Friday, November 24, 2017
Home Hot News
Berita
Finishline Etape Pertama Berubah PDF Print E-mail
Written by Admin   
Wednesday, 22 August 2012 16:42


Jarak dan rute etape pertama Jawa Pos-Polygon Tour de East Java mengalami perubahan. Dimana jarak dan finishline digeser dari kota Malang ke Singosari Kabuaten Malang.


”Sengaja kami ubah, untuk disesuaikan dengan konsep balapan tahun ini,” kata Ketua Yayasan Tour de East Java, Harijanto Tjondrokusumo, Rabu (22/08/2012).


Perubahan pada etape pertama adalah jarak dan finish dari Kota Malang diubah ke Singosari dikawasan wisata Purbakala di situs kerajaan Singasari. Harijanto memperkirakan perubahan jarak tersebut memangkas kurang lebih 3 km.


Perubahan rute ini tidak lepas dari konsep awal yang diperkenalkan Tour de East Java. ”Sejak awal kami ingin memperkenalkan wisata yang ada di Jawa Timur, dan dikemas dalam olahraga. Alasan itu yang mengubah jarak dan finishline,” lanjunya.


Pada etape pertama balapan Jawa Pos-Polygon Tour de East Java melombakan jarak sekitar 84 km, dari Probolinggo menuju Malang.


Dengan adanya perubahan itu, sedikit memperpendek jarak, besar kemungkinan jarak yang ditempuh hanya 77 km. Harijanto menerangkan, sebelum memasuki kawasan Wisata Purbakala jalannya berliku dan banyak kelokan.


Adu sprint dalam jarak pendek dan rapat adalah suguhan yang belum pernah ada dalam balapan ini sebelumnya. ”Rute pendek dan flat, memberi tantangan bagi seluruh pebalap,” pungkas pria yang juga pengusaha makanan itu. (*)


 
Polygon Sweet Nice Turunkan Empat Pebalap PDF Print E-mail
Written by Admin   
Tuesday, 21 August 2012 13:04

 

 

Balapan besar yang akan diikuti Polygon Sweet Nice pada Jawa Pos-Polygon Tour de East Java tidak menurunkan kekuatan penuh. Manajemen memastkan hanya menurunkan empat pebalap dari kuota maksimal lima pebalap pada ajang balapan grade UCI 2,2 itu.

”Sengaja tidak menurunkan kekuatan penuh, lantaran banyak pebalap kami yang dipersiapkan mengkuti ajang lainnya,” kata Team Director Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo, Selasa (21/08/2012).

Empat pebalap yang disiapkan dalam tim utama adalah Hari Fitrianto, Herwin Jaya, Dani Lesmana, dan Bambang Suryadi. Sebetulnya Polygon Sweet Nice masih memiliki sejumlah pebalap muda lainnya, seperti Jimmy Pranata dan Christopher Antonius.

Tetapi keduanya diturunkan bersama Polygon Gillas-Hi Tech Mall, untuk mendampingi dua pebalap muda, seperti Dealton Prayogo dan Agung Riyanto di tim yang berbeda.

Harijanto mengungkapkan ada sejumlah balapan besar yang harus diikuti guna memperebutkan poin. Demikian juga dengan agenda nasional yang lebih penting lainnya, yang menyebabkan tim harus dipecah.

”Ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan untuk langkah berikutnya. Termasuk, persiapan tim ini selama mengikuti Jawa Pos- Polygon Tour de East Java tahun ini,” ungkapnya.

Selama mengikuti ajang yang berlangsung, 29 Agustus-2 September ini, Polygon Sweet Nice optimis bisa bersaing. Meskipun kekuatannya harus terbagi dalam dua kekuatan.

”Memang kami tidak membebani target. Akan lebih baik demikian, agar mereka (pebalap) bisa konsentrasi,” lanjutnya. ”Sebaliknya, bila meraih hasil maksimal, itu berkat perjuangan,” tutupnya. (*)

 

Last Updated on Tuesday, 21 August 2012 13:10
 
Jawa Pos-Polygon TdEJ Tetapkan 18 Tim PDF Print E-mail
Written by Admin   
Friday, 17 August 2012 16:38

 

SURABAYA-Target mendapatkan 15 peserta asing dalam Jawa Pos-Polygon Tour de East Java 2012 dipastikan berkurang. Penyebabnya salah satu peserta asal Australia, Plan B dipastikan absen tahun ini.

Ketua Yayasan TdEJ, Harijanto Tjondrokusumo mengumumkan Plan B Australia absen lantaran sejumlah pebalapnya cedera dan sakit. Selain itu, MNCF Malaysia memilih mundur lantaran tidak siap, tetapi menunjuk Selangor untuk berpartisipasi.

Dikonfirmasi Jumat (17/8/2012), Harijanto memastikan 14 peserta asing ditambah empat tim lokal yang berpartisipasi pada ajang yang berlangsung 29 Agustus-2 September.

”Plan B sudah memberitahukan pengunduran diri lantaran banyak pebalapnya yang sakit dan cedera. Sementara replacement rider-nya tidak siap,” katanya.

Sebelumnya Jawa Pos-Polygon TdEJ baru menjaring 12 tim. Dari tiga tim yang belum memastikan adalah Plan B (Australia), Tabriz Petrochemical (Iran), dan MNCF (Malaysia). Tetapi Tabriz sudah mengirim enrollment, sedangkan MNCF Malaysia tidak siap dan menunjuk Selangor.

Harijanto tidak terlalu risau meski hanya menjaring 18 tim yang berpartisipasi tahun ini. Masuknya nama Tabriz Petrochemical dianggap mengangkat kualitas balapan. Demikian juga dengan Astana Track Team, timnas Kazakhstan, dan Terengganu Pro-Asia Cycling Team dianggap sudah cukup.

”Masuknya tiga tim ini saya anggap bisa mengangkat kualitas balapan maupun kualitas peserta. Tidak gampang mendatangkan Tabriz ke Indonesia untuk ikut balapan grade 2,2 UCI,” urainya.

Sejak 2009 Tabriz tidak lagi berpartisipasi di Tour de Indonesia dan absen di Tour de Singkarak sejak 2010. ”Bukan berarti tim lain tidak berkualitas. Akan kita lihat di balapan nanti,” ujarnya.

Sementara tim Polygon Australia dipastikan datang pada 24 Agustus. Pihak penyelenggara sudah mendapat flight schedulle kedatangan Polygon Australia. Harijanto berusaha membantu tim Polygon Australia untuk berlatih selama berada di Surabaya. (*)

 

 
Jawa Pos-Polygon TdEJ Diikuti Track Team Astana PDF Print E-mail
Written by Admin   
Friday, 17 August 2012 16:35

 

 

SURABAYA-Masuknya Track Team Astana menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggara Jawa Pos-Polygon Tour de East Java. Setidaknya tim elite asal Kazakhstan itu telah mengirimkan enrollment ke meja penyelenggara.

Dari nama-nama yang disertakan dalam keikutsertaan tahun ini adalah Alexey Lyalko, Artyom Zakharov, Ivan Tsissaruk, Nikita Panassenko, dan Dimitry Lukyanov. Sementara tiga ofisial yang disertakan adalah Vadim Kravchenko, Valery Karchin, dan Alexandr Kassilov.

Ketua Yayasan TdEJ, Harijanto Tjondrokusumo mengungkapkan kebanggaannya balapan tahun ini diikuti tim elite asal Eropa. "Ini suatu kebanggaan bagi kami, ada peserta elite asal Eropa yang mengikuti ajang ini. Mudah-mudahan kualitas balapan bisa terangkat dengan kehadiran Track Team Astana,” paparnya, Jumat (10/8/2012) sore.

Dia mengakui belum mengetahui  kualitas individu dari lima pebalap yang disertakan. Tetapi dia bisa menggambarkan kekuatan tim asal Kazakhstan tersebut. ”Tim kelas non Continental saja kerap merepotkan kita (tim asal Indonesia),” sambungnya.

Berdasarkan data yang diterima pihak penyelenggara, usia rata-rata pebalap Track Team Astana ini baru berusia under (U) 21 tahun. Sementara pebalap tertua adalah Alexey Lyalko, yang baru berusia 26 tahun.

Masuknya Track Team Astana ini menambah panjang jumlah tim asing yang ambil bagian pada ajang tahun ini. Sebelumnya sudah ada OCBC Singapore Continental Cycling Team, 7 Eleven Racing Team RoadBike Philippines, Team LBC Cycling Philippina, Team Polygon Australia, Terengganu Pro-Asia Cycling Team, Hong Kong-China Team, dan Kazakhstan Team.

LPGMA/ American Vynl Philippines, Kuala Lumpur Cycling, CCN Cycling Team, dan  CTCA Chinese Taipei National Team sudah ambil bagian terlebih dahulu. Saat ini pihak penyelenggara tengah menunggu juara bertahan Tabriz Petrochemical Iran, MNCF Malaysia, dan Plan B Racing Team Australia. (*)

 

 

Last Updated on Friday, 17 August 2012 16:38
 
Polygon Sweet Nice Belum Tentukan Komposisi Tim PDF Print E-mail
Written by Admin   
Sunday, 29 July 2012 15:59

 

Pelaksanaan kejuaraan balap sepeda grade 2,2 UCI Jawa Pos-Polygon Tour de East Java tersisa satu bulan. Sejauh ini tuan rumah tim balap sepeda Polygon Sweet Nice belum melakukan pembentukan tim.

Seperti yang disampaikan Team Director Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo, Minggu (29/07/12) sore yang mengakui belum membentuk. Dia mengungkapkan tim baru terbentuk pada pertengahan Agustus nanti.

”Pelaksanaan Jawa Pos-Polygon Tour de East Java masih satu bulan. Masih banyak waktu untuk menentukan, sambil melihat kondisi terakhir pebalap kami,” terangnya.

Saat ini Polygon Sweet Nice memiliki cukup banyak pebalap. Sedikitnya lima pebalap senior seperti Herwin Jaya, Hari Fitrianto, Bambang Suryadi, Dani Lesmana, dan Jimmy Pranata adalah motor utama tim.

Belum lagi  pebalap muda seperti Christopher Antonius, Dealton Nur Arif Prayogo, dan Agung Riyanto juga tengah naik daun. Kebetulan ketiga pebalap muda itu butuh jam terbang untuk mematangkan skill dan pengalaman.

”Kemungkinan lima pebalap yang kami turunkan tidak jauh berbeda dengan tour sebelumnya. Bisa jadi di tim utama nanti diisi pebalap senior,” ungkap pengusaha makanan itu.

Spekulai sebelumnya memang mencuat nama Herwin Jaya, Hari Fitrianto, Jimmy Pranata, Bambang Suryadi, dan Dani Lesmana yang diturunkan.

Kelima nama itulah yang dikedepankan untuk mengikuti Jawa Pos-Polygon Tour de East Java 2012 nanti. Balapan tahunan itu dijadwalkan dilombakan 29 Agustus hingga 2 September.

Harijanto menegaskan tidak menekankan target kepada anak didiknya. ”Seperti balapan sebelumnya, kami tidak pernah mematok target. Kebetulan pebalap kami banyak yang dipanggil KONI Jatim untuk tampil di PON XVIII/ 2012,” tutupnya. (***)

 

 

Last Updated on Sunday, 29 July 2012 16:36
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 8 of 14

Main Menu

Sponsor

Polygon Cycle

Polling

Pendapat Anda tentang website Polygon Sweet Nice?
 
We have 32 guests online

Syndicate